Pencatatan Persediaan bahan | Metode Fisik

Pemakaian bahan (Bahan Baku dan / atau Bahan Penolong)

Dalam pencatatan sistem periodik / fisik, pencatatan bahan tidak perlu dijurnal karena bahan yang dipakai akan dihitung secara fisik dengan menggunakan bantuan perhitungan sebagai berikut :

Pada akhir periode jumlah bahan yang dipakai ditutup ke rekening ikhtisar produksi dengan jurnal penutup, dengan jurnal seperti berikut :

Persediaan Bahan Baku Awal

Pada umumnya jika perusahaan sudah berjalan, maka pada setiap awal periode akuntansi pasti terdapat saldo persediaan baik persediaan bahan baku maupun bahan penolong. Jika terjadi hal demikian maka pada akhir periode saldo persediaan awal kita tutup ke rekening ikhtisar produksi untuk meng-nol-kan nilai persediaan awal (secara teknis memindahkan posisi saldo awal yang tadinya disebelah debet dipindahkan ke sebelah kredit). Hal ini dilakukan pada akhir periode dengan menggunakan jurnal penyesuaian. Dari contoh diatas jika dilakukan penyesuaian pada akhir periode maka akan tampak seperti berikut :

Persediaan Bahan Baku Akhir

Demikian pula jika pada pakhir periode, perusahaan tidak menghabiskan seluruh bahan baku nya untuk diproses menjadi produk, maka sudah pasti akan terdapat persediaan akhir. Persediaan akhir ini belum tercantum didalam rugi laba atau neraca untuk mencatumkannya dilakukan dengan cara melakukan penyesuaian dengan jurnal penyesuaian pada akhir periode dengan cara mendebet perkiraan persediaan akhir dan mengkredit rekening ikhtisar produksi, untuk jelasnya dari contoh diatas jika pada akhir periode dilakukan penyesuaian terhadap persediaan akhir adalah :

Kesimpulan

Sehubungan dengan rekening pembelian bahan baku, persediaan awal, persediaan akhir dan pemakaian bahan baku.

  1. Jika terjadi pembelian maka, pada akhir periode lakukan penutupan rekening pembelian ke ikhtisar produksi
  2. Pada akhir periode lakukan penutupan pemakaian bahan baku ke rekening ikhtisar produksi
  3. Jika pada awal periode perusahaan memiliki persediaan awal, maka persedaan awal harus disesuaikan dengan tujuan meng-nol-kan (menghilangkan) persediaan awal dan ditutup rekening ikhtisar produksi, secara teknis memindahkan rekening persediaan awal ke sebelah kredit !
  4. Dan jika perusahaan memiliki persediaan akhir maka pada akhir periode untuk menimbulkan rekening persediaan akhir dilakukan dengan melakukan penyesuaian dengan cara mencatat rekening persediaan (akhir) disebelah debet dan mencatat ikstisar produksi di sebelah kredit.
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *