Pencatatan Penjualan Produk Jadi | Metode Perpetual

Pada artikel sebelumnya telah disinggung bahwa akhir dari proses produksi yaitu terdapatnya produk jadi dan produk dalam proses, untuk kasus produk dalam proses maka akan dilanjutkan ke tahap berikutnyanya menjadi produk jadi, sedangkan produk selesai atau produk jadi tahap berikutnya dipindahkan ke gudang untuk siap dijual. Nah pada tahap selanjutnya adalah tahap pencatatan penjualan ketika produk selesai digudang berhasil dijual. Lalu apa saja yang harus dicatat sehubungan terjadinya penjualan produk jadi dalam dalam hal ini metode Perpetual ?
Pada metode perpetual ketika terjadi penjualan maka harus dilakukan pencatatan sebanyak dua kali yaitu pencatatan harga pokok penjualan atas produk jadi yang terjual dan mencatat penjualan sebesar kas (piutang) yang diterima.
Sebagai contoh :
Produk selesai yang di transfer kegudang telah menghabiskan biaya produksi sebagai berikut :

Maka jurnal pencatatan produk jadinya adalah

Ketika barang tersebut dijual seluruhnya dengan mengambil laba kotor senilai 15%, maka pencatatan ketika terjadi penjualan adalah :

Pencatatan Produk Dalam Proses dan Produk Jadi | Metode Perpetual

Produk pesanan yang sudah selesai dipindahkan ke gudang produk jadi,pemindahan produk jadi dari bagian produksi ke bagian gudang produk jadi harus dicatat dengan jurnal. Adapun pencatatan dilakukan dengan cara mendebet perkiraan Persediaan Produk Jadi dan mengkredit BDP Biaya bahan baku, BDP biaya tenaga kerja serte BDP Biaya overhead pabrik. Kadangkala produk yang dikerjakan pada periode tertentu pada akhir periode akuntansi produk tersebut belum selesai (masih dalam proses), produk dalam proses yang ada pada akhir periode merupakan persediaan produk dalam proses akhir.
Adapun pencatatan-pencatatan yang harus dilakukan sehubungan dengan produk dalam proses yaitu mencatat produk dalam proses (produk belum selesai) untuk menghitung harga pokok produk dalam proses. Sebagai contoh perhatikan potongan kasus berikut :
Pada akhir periode akuntansi terdapat produk yang belum selesai yaitu produk dengan kode A01 dimana produk tersebut telah menggunakan biaya sebagai berikut :

Maka Jurnal pencatatan barang dalam proses adalah sebagai berikut :

Tahap selanjutnya apabila produk dalam proses tersebut dilanjutkan proses produksinya sampai menjadi produk jadi maka ketika terjadi pemindahan barang ke gudang persediaan pada saat terjadi penyelesaian barang inilah dilakukan pencatan barang jadi, misal dari kasus diatas selain terdapat produk dalam proses juga terdapat produk yang sudah selesai yaitu produk dengan kode A02 dengan pembebanan biaya sebagai berikut :

Maka Jurnal pencatatan barang jadi adalah sebagai berikut :

Dari aktifitas pencatatan tersebut apabila diposting kedalam buku besar maka akan diperoleh aliran biaya sebagai berikut :