Laporan Harga Pokok Produksi Ozs Manufacture

Penyelesaian kasus kali ini merupakan langkah ketiga setelah tutorial sebelumnya tentang contoh kasus OZs Manufacture menyelesaikan dua tahapan sebelumnya yaitu :

Dan pada tahap ketiga di tutorial ini akan kita selesaikan proses pembuatan laporan harga pokok produksi dimana data-data diambil dari kolom harga pokok produksi pada Neraca Lajur, untuk jelasnya berkiut adalah penyelesaian harga pokok produksi :

Dari bentuk laporan diatas dapat disimpulkan untuk menghitung harga pokok produksi terdiri dari :

  • Pemakaian Bahan Baku bersih
  • Upah Langsung
  • Biaya Overhead pabrik

Ketiga komponen tersebut akan menghasilkan total biaya produksi, kemudian jika terdapat persediaan barang dalam proses awal maka nilainya ditambahkan ke total biaya produksi dan jika terdapat persediaan akhir barang dalam proses maka nilainya digunakan sebagai pengurang atas jumlah barang dalam proses.

Dari laporan diatas perhatikan nilai harga pokok produksi adalah 170.500.000, nilanya sama dengan selisih antara Debet dan Kredit di Kolom Harga pokok produksi pada neraca lajur !

 

Neraca Lajur Ozs Manufacture

Tutorial pada kesempatan ini kita melanjutkan penyelesaian contoh “siklus akuntansi OZS manufacture“, dimana pada tahap pertama kita telah menyelesaikan jurnal penyesuaian untuk OZS manufacture tersebut, nah tahap berikutnya adalah memposting jurnal penyesuaian kedalam neraca lajur (worksheet), proses posting saya rasa tidak terlalu sulit sesulit bayangan anda ketika membuat jurnal penyesuaian, kunci utama pengerjaan neraca lajur adalah ketelitian dan pemahaman akan saldo normal suatu account dan penempatan suatu account pada lajur yang tepat.

pada kasus kali ini post_author membuat neraca lajur menggunakan Microsoft excel dengan memanfaatkan fungsi-fungsi standar di dalam excel, dalam tutorial ini tidak akan dibahas formula apa saja yang digunakan untuk membuat neraca lajur di dalam excel namun sebagai langkah utama kita membuat atau mengelompokan seluruh rekening menjadi beberapa kolompok dengan memberikan nomor kelompok seperti berikut :

  • Nomor 1 : Untuk kelompok aktifa
  • Nomor 2: Untuk kelompok aktiva (kontra account)
  • Nomor 3 : untuk kelompok passiva
  • Nomor 4 : Untuk kelompok Harga Pokok Penjualan (Penjualan)
  • Nomor 5 : Untuk Kelompok biaya produksi
  • Nomor 6 : Untuk Kelompok Biaya Umum dan Penjualan

Perhatikan gambar berikut :

Dengan mengelompokan rekening ke dalam 6 kelompok tersebut maka proses posting ke tiap lajur tidak dilakukan secara manual namun menggunakan formula fungsi didalam excel.

Pembahasan tentang formula dan fungsi akan dibahas secara terpisah diblog lain milik post_author yaitu di blog Latihan Excel.

Berikut adalah screenshoot neraca lajur yang telah selesai dikerjakan :

Untuk jelasnya silahkan download file Neraca Lajur.

Download