Panser ANOA Buatan Dalam Negeri Diminati Negera Lain


Embargo alat utama sistem senjata (alutsista) TNI oleh Amerika Serikat memompa Indonesia untuk mampu memproduksi alutsista produk sendiri. PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad), perusahaan industri dan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk militer dan komersial, membuktikan itu. Pabrik senjata satu-satunya di Asia Tenggara, itu kni memiliki sejumlah produk unggulan. Satu di antaranya adalah Panser Anoa 6x6.

 

Anoa adalah kendaraan tempur pengangkut personel serba guna (Armored Personnel Carrier/APC) 6x6 Anoa. Kendaraan lapis baja itu memiliki sistem penggerak roda simetris yang dirancang khusus untuk TNI AD, khususnya kavaleri.

Panser itu dapat mengangkut 10 personel dengan tiga kru, satu komandan, dan satu "gunner" yang berada di atap. Panser itu juga dilengkapi dengan "mounting" senjata cal. 12,7 mm yang dapat berputar 360 derajat.


 

Nama Anoa sendiri diambil dari nama hewan Anoa yang hidup di Pulau Sulawesi. Anoa menggunakan badan berdesain monocoque berlapis baja. Sistem suspensi batang torsi baru dikembangkan untuk panser ini. Mesin dan transmisi menggunakan produk Renault dari Prancis. Panser Anoa berkekuatan 320 tenaga kuda dengan mesin 7.000 cc.
Diproduksi sejak 2003, panser itu sudah dipakai pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. Panser itu mampu melaju hingga 90 kilometer per jam. Anoa tercepat di kelasnya. Hanya butuh delapan detik bagi Anoa untuk berakselerasi dari nol hingga 60 kilometer per jam. Bobot 12 ton tidak menghambat Anoa bergerak lincah di segala medan.

Anoa mampu melompati parit selebar 1 meter,  melahap tanjakan dengan kemiringan 45 derajat dan melintasi aneka rintangan. Suspensinya juga terbilang empuk jenis independent modular dan torsion bar. Selain itu, sistem navigasi generasi terbaru ditambah alat komunikasi anti-jamming melengkapi interior panser ini. Anoa berbelok dengan menggerakkan sepasang roda depan dan sepasang roda tengah. Walau dengan ban terkoyak peluru sekalipun, Anoa masih bisa bergerak sejauh 80 kilometer.

Tubuh panser tidak bisa dibentuk dari sembarang baja. Anoa menggunakan baja khusus setebal 10 milimeter, kebal dari sebagian besar peluru. Tak hanya itu, Anoa kedap air sehingga mampu menyeberangi sungai. Persenjataan yang sudah terpasang adalah senapan mesin 7,62 mm dan 12,7 mm untuk varian infanteri dan Automatic Granade Launcher (AGL) 40 mm untuk varian kavaleri.

Menurut catatan dari laman indonesiaproud, selain Malaysia, Timor Leste, Nepal, dan Afrika Selatan juga sudah memesan panser yang dirancang dan dibangun sepenuhnya oleh ahli-ahli Indonesia. Pesanan terbanyak datang dari Kerajaan Oman sebanyak 200 unit. Sementara, Nepal memesan 30 unit. Sampai kini, Chile dan Portugal masih melakukan negosiasi pemesanan.

Dengan kehadiran Anoa, PT Pindad telah mengukuhkan bahwa Indonesia sebagai penghasil panser terbaik di kawasan Asia Tenggara. Tidak itu saja. Hasil dari Pindad juga antara lain adala senapan serbu yang sangat baik bersetandar NATO, seperti SS1 dan SS2 yang menjadi senapan standar TNI. Peluru buatan Pindad pun laris di pasar dunia. Tak tanggung-tanggung, Amerika Serikat pun pernah memesan 10 juta peluru untuk memenuhi kebutuhan tentaranya.

Sumber : Metronews.com 

Kirim Komentar

Nama
Email
Website
Komentar
Validasi
Ketik ulang Kode berikut pada kotak diatas
Terdapat 0 komentar untuk artikel ini !