Biaya Menurut Tingkah Laku Terhadap Perubahan Volume Produksi

  1. Biaya Tetap / Fixed Cost
    Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tetap tidak terpengaruh oleh jumlah / volume produksi.
    Contoh :
    – Biaya gaji untuk direktur produks
    – Biaya penyusutan mesin
    – Biaya sewa dan asuransi

    Bila digambarkan secara grafik, maka kurva biaya tetap / fixed cost adalah sebagai berikut :

  2. Biaya Variabel / Variable Cost
    Biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya berubah tergantung jumlah produksi yang dikeluarkan.
    Contoh :
    – Biaya bahan baku
    – Biaya tenaga kerja
    – Biaya overhead pabrik

    Bila digambarkan secara grafik, maka kurva biaya variabel / variable cost adalah sebagai berikut :
    <img src="http://i324.photobucket.com/albums/k360/oyasuryana/graf-vc.png" alt="" /

  3. Biaya Semi Variable / Semi Fixed
    Adalah biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang tetap pada volume produksi tertentu, contoh biaya penelitian, biaya pemeriksaan dan pengawasan produksi .

Apabila kurva biaya tetap dan biaya variabel dihubungkan, maka akan didapat biaya total, sehingga grafiknya sebagai berikut :

Biaya Menurut Hubungan Biaya dengan Sesuatu Yang dibiayainya

Biaya Menurut Hubungan Biaya dengan Sesuatu Yang dibiayainya

  1. Biaya Produksi Langsung
    Biaya produksi langsung adalah biaya yang terjadi karena adanya sesuatu yang dibiayai. Biaya ini diperhitungkan dalam harga pokok produksi, biaya ini terdiri dari :

    1. Biaya bahan baku langsung
      Artinya semua bahan baku untuk membentuk barang jadi dan dapat langsung diperhitungkan kedalam harga pokok. Biaya ini sifatnya relatif, artinya bagi perusahaan yang satu merupakan biaya bahan baku langsung tetapi bagi perusahaan yang lain belum tentu biaya bahan baku langsung. Contoh biaya bahan baku langsung :
      – Kertas pada perusahaan percetakan
      – Benang pada perusahaan tekstil
      – Tanah liat pada industri gerabah, dll
    2. Biaya tenaga kerja langsung
      Artinya adalah upah untuk pekerja yang secara langsung membuat produk atau jasa, dapat langsung diperhitungkan kedalam harga pokok produksi. Contoh :
      – Upah tukang membuat bata
      – Upah tukang cetak pada perusahaan percetakan
  2. Biaya Produksi Tak Langsung
    Biaya ini merupakan biaya yang terjadi selain biaya bahan baku langsung dan upah langsung, biaya ini lazim disebut biaya overhead pabrik. Biaya produksi tak langsung dikelompokan menjadi :

    1. Biaya bahan baku penolong
      Artinya biaya bahan baku yang diperlukan untuk memproduksi produk jadi yang nilainya relatif kecil.
      Contoh :
      – Benang dan lem pada perusahaan sepatu.
      – Kancing baju pada perusahaan konfeksi
    2. Biaya tenaga kerja tak langsung
      Artinya upah kerja yang secara tidak langsung berhubungan dengan proses produksi.
      Contoh :
      – Upah mandor pabrik
      – Upah penjaga gedung pabrik
    3. Biaya produksi tak langsung lainnya
      Contoh :
      – Biaya penyusutan mesin
      – Biaya asuransi pabrik
      – Biaya perlengkapan pabrik
      – Biaya servis mesin

Tujuan Akuntansi Biaya

Sesuai dengan uraian pada arikel-artikel sebelumnya bahwa akuntansi biaya merupakan bagian dari akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan, maka tujuan secara umum adalah menyajikan informasi harga pokok produksi (biaya produksi), sedangkan secara khusus tujuan akuntansi biaya adalah sebagai berikut :

  1. Menyajikan informasi biaya untuk perhitungan harga pokok produksi.
  2. Menyajikan informasi biaya untuk pengendalian biaya.
  3. Menyajikan informasi biaya untuk membantu manajemen dalam pembuatan anggaran dan perencanaan laba.
  4. Menyajikan informasi biaya untuk pengambilan keputusan.

Tujuan akuntansi biaya menitikberatkan pada masalah bagaimana menentukan harga pokok produk barang yang dibuat baik secara pesanan maupun masal untuk menentukan harga pokok penjualan. Lihat Diagram dibawah ini :

Penggolongan Biaya

Pada umunya penggolongan biaya ditentukan atas dasar tujuan yang ingin dicapai, dalam akuntansi biaya dikenal Different Cost for Different Purpose.Berdasarkan konsep tersebut, maka biaya digolongkan menurut lima hal berikut ini :

1. Menurut Obyek Pengeluaran.
2. Menurut Fungsi Pokok Dalam Perusahaan
3. Menurut Hubungan Biaya dengan Sesuatu Yang dibiayainya
4. Menurut Tingkah Laku Terhadap Perubahan Volume Produksi
5. Menurut Jangka Waktu Manfaatnya

Masing-masing konsep akan dibahas pada artikel selanjutnya.

Tags:

Biaya Menurut Obyek Pengeluaran

Penggolongan biaya menurut kriteria ini adalah semua pengeluaran yang menggunkan objek pengeluaran sebagai dasar penggolongannya. yang termasuk biaya menurut kriteria ini yaitu :

  1. Untuk membeli bahan baku disebut biaya bahan baku. Bahan baku antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya pasti berbeda namun dapat dengan jelas diidentifikasi mana yang tergolong bahan baku mana yang bukan, secara sederhana dapat disebutkan jika bahan yang digunakan cukup dominan dalam sebuah produk maka bahan ersebut dianggap sebagai bahan baku, misal pabrik roti dominan menggunakan tepung terigu sebagai bahan roti maka biaya yang dikeluarkan untuk membeli tepung terigu adalah Biaya Bahan Baku atau disingkat BBB .
  2. Untuk membayar tenaga kerja disebut biaya tenaga kerja. Tenaga kerja adalah orang yang bekerja menggunakan tanaga dan pikiran untuk menciptakan sebuah produk, biaya yang digunakan untuk membayar pekerja atas kontribusinya membuat produk maka disebut sebagai Biaya Kenaga Kerja atau disingkat BTK.
  3. Dan terakhir jika diperusahaan menggunakan sumber daya yang lain diluar biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja, maka perusahaan mengeluarkan biaya lain-lain yang jumlahnya relatif kecil dibandingkan dengan jumlah biaya bahan baku dan tenaga kerja, untuk membayar biaya lain-lain yang terjadi di pabrik disebut biaya overhead pabrik atau dikenal BOP.

Ketiga komponen biaya inilah yang nantinya jika digabungkan dan dikalkukasikan akan membentuk sebuah harga pokok produk, jika dirumuskan secara sederhana maka :

Harga pokok produk = BBB + BTK + BOP

Tags:

Konsep Dasar Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya sebagai bagian dari akuntansi keuangan bertujuan untuk menentukan harga pokok produk, pengendalian biaya, dan pengambilan keputusan bagi manajemen. Untuk memahami konsep akuntansi biaya terlebih dahulu harus memahami konsep dasar akuntansi biaya yang meliputi :

  1. Pengertian biaya dan akuntansi biaya
  2. Hubungan antara akuntansi biaya dengan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen
  3. Penggolongan biaya
  4. Tujuan akuntansi biaya
  5. Metode pengumpulan biaya
  6. Sistematika akuntansi biaya

Untuk penjelasan tiap point diatas, tunggu artikel  selanjutnya.

Hubungan Antara Ak. Biaya, Keuangan, dan Manajemen

Sebelum menjelaskan hubungan antara akuntasi biaya, akuntansi keuangan dan akuntasi manajemen, akan dijelaskan terlebih dahulu perbedaan akuntasi keuangan dengan akuntansi menajamen. Perhatikan tabel dibawah ini :

No Kriteria Akuntansi
Keuangan Manajemen
1. Pemakai Para manajer puncak dan pihak luar preusan Para manajer dan berbagai jenjang organisasi di dalam perusahaan
2. Lingkup informasi Perusahaan secara keseluruhan Bagian dari perushaaan
3. Fokus informasi Berorientasi ke masa lalu Berorientasi ke masa yang akan datang
4. Rentang waktu Kurang fleksibel. Biasanya mencakup jangka waktu kuartalan, semesteran, dan tahunan Fleksibel, bervariasi, dari harian, mingguan, bulanan bahkan sampai ada yang 10 tahun sekali
5. Kriteria bagi informasi akuntansi Dibatasi oleh prinsip yang umum dan diakui / lazim Tidak ada batasan, kecuali manfaat yang dapat diperoleh oleh manajemen dari informasi dibandingkan dengan pengorbanan untuk memperoleh informasi
6. Disiplin ilmu Ilmu ekonomi Ilmu ekonomi dan psikologi sosial
7. Isi laporan Laporan berupa ringkasan mengenai perusahaan sebagai satu kesatuan / keseluruhan Laporan bersifat rinci mengenai bagian dari perusahaan
8. Sifat informasi Ketepatan informasi merupakan hal yang penting Unsur taksiran informasi adalah besar.

Dari tabel diatas secara garis besar akuntasi dibagi menjadi dua yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen, masing-masing memiliki karakteristik tersendiri dari berbagai dimensi.
Akuntansi keuangan adalah akuntansi yang bertujuan untuk menghasilkan informasi keuangan bagi pihak ekstern perusahaan, informasi yang disajikan berupa laporan neraca, rugi laba, perubahan modal, arus kas, dan catatan keuangan lainnya. Transaksi yang menjadi objek dalam akuntansi keuangan sifatnya umum menyangkut harta, utang dan modal perusahaan.

Akuntansi manajemen adalah akuntansi yang bertujuan menghasilkan informasi keuangan untuk pihak manajemen. Jenis informasi yang diperlukan pasti berbeda dengan informasi yang diperlukan pihak luar. Manajemen dalam hal ini terdiri dari top manajemen, middle manajemen dan lower manajemen. Umumnya informasi yang dihasilkan bersifat mendalam dan tidak dipublikasikan kepada pihak luar.

Selain perbedaan yang ada seperti yang disajikan pada tabel sebelumnya, antara akuntasi keuangan dan akuntansi menajemen memiliki persamaan, yaitu :

  1. Baik akuntansi keuangan maupun akuntansi manejemen merupakan pengolah informasi yang menghasilkan informasi keuangan.
  2. Akuntansi keuangan dan akuntansi menajemen juga berfungsi sebagai penyedia informasi keuangan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.

Sedangkan akuntasi biaya mempunyai tujuan untuk menghitung biaya produksi dalam rangka menetapkan harga pokok produk baik yang dibuat secara pesanan ataupun massal dan menyusun laporan biaya guna memenuhi kepentingan manjemen.
Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa akuntasi biaya merupakan bagian dari akuntasi keuangan dan akuntansi manajemen karena akuntansi biaya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi pihak luar dan pihak dalam perusahaan, bukan berdiri sendiri diantara akuntansi biaya dan akuntansi manajemen. Kalau digambarkan dalam diagram venn, maka antara akuntansi biaya, akuntasi manajemen dan akuntasi keuangan, maka dapat digambarkan sebagai berikut :

Pengertian biaya

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengucapkan dan mendengan kata biaya, seperti biaya hidup, biaya sekolah, dan biaya lainnya, lantas apa sebenarnya yang disebut biaya itu ?

Secara sempit (dipandang dari suduk akuntansi) biaya diartikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva. Jumlah yang dikorbankan tersebut secara tidak langsung disebut harga pokok dan dicatat dalam neraca sebagai aktiva. Contohnya perusahaan membeli kendaraan operasional, maka dari kasus tersebut perusahaan mengorbankan sumber ekonomi yang lain yaitu uang atau aktiva lainnya untuk memperoleh aktiva lain yaitu kendaraan.

Sedangakan secara luas (dipandang dari seluruh aspek kehidupan) diartikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi yang dapat diukur dengan satuan uang baik yang sudah terjadi maupun belum terjadi untuk tujuan tertentu. Contoh perusahaan percetakan buku mencetak 1000 eksemplar buku dengan membeli bahan baku dan bahan penolong menghabiskan Rp 5.000.000, setiap buku yang terjual oleh guru bidang studi akan diberi komisi sebesar 5% dari harga jual. Dari kasus tersebut yang termasuk pengorbanan sumber ekonomi adalah uang, dimana uang tersebut terukur yaitu  sebesar Rp 5.000.000 untuk tujuan tertentu yaitu mencetak buku, dan yang akan terjadi adalah meberi komisi kepada guru yang berhasil menjual buku.