Memasuki hari kedua, suasana In-House Training (IHT) Panca Waluya di SMK Negeri 2 Kuningan semakin dinamis dan penuh semangat kolaborasi. Fokus kegiatan kali ini bergeser dari pemahaman teori menuju langkah aplikatif melalui pengerjaan Lembar Kerja (LK) ke-2 dan ke-3. Para guru dan tenaga kependidikan terbagi ke dalam kelompok-kelompok diskusi untuk membedah tantangan nyata di lapangan dan merumuskan strategi penerapan nilai-nilai Panca Waluya, baik dalam kebijakan sekolah secara luas maupun dalam interaksi mikro di dalam kelas. Diskusi berlangsung hangat; setiap peserta saling melempar ide tentang bagaimana nilai kesucian hati dan tanggung jawab dapat diintegrasikan ke dalam budaya sekolah agar tidak sekadar menjadi slogan, tetapi menjadi napas dalam setiap kegiatan belajar mengajar.
Guna menjaga ritme energi peserta, narasumber secara cerdik menyisipkan berbagai sesi ice breaking yang menyegarkan di sela-sela kepadatan jadwal. Gelak tawa pecah saat permainan konsentrasi dilakukan, efektif mencairkan ketegangan dan mengusir rasa penat setelah sesi diskusi yang mendalam. Suasana cair ini menjadi bahan bakar positif saat memasuki sesi presentasi pengerjaan LK. Dalam paparan tersebut, setiap kelompok menunjukkan komitmen kuat untuk menghidupkan ekosistem sekolah yang lebih humanis dan berintegritas. Dengan selesainya pembahasan penerapan di lingkup kelas dan sekolah ini, SMKN 2 Kuningan semakin mantap melangkah dalam mentransformasi karakter warga sekolah sesuai dengan marwah Panca Waluya




