Biaya Produksi Tak Langsung | Metode Fisik

Biaya produksi tak langsung adalah biaya produksi selain bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung yang terjadi di pabrik, misal :

  1. Biaya bahan penolong
  2. Biaya penyusutan mesin
  3. Biaya asuransi gedung pabrik
  4. Biaya service mesin
  5. Upah / Gaji Mandor
  6. Biaya listrik Pabrik
  7. Biaya telepon pabrik
  8. Biaya air pabrik
  9. Dan lain lain yang dikeluarkan dan digunakan untuk keperluan pabrik dalam rangka proses produksi.

Biaya produksi tak langsung selanjutnya kita sebut Biaya overhead pabrik (BOP). Biaya-biaya tersebut (BOP) pada saat pembayaran dilakukan dengan mengkredit kas jika dibayar perkas dan dikredit utang jika dibayar melalui tata cara kredit. Pada akhir periode biaya produksi tak langsung (BOP) dikumpulkan pada masing-masing jenis biaya produksi tak langsung. Pada akhir periode akuntansi melalui jurnal penutup dipindahkan ke perkiraan ikhhtisar produksi (bukan ihktisar rugi laba !), karena pada dasarnya biaya produksi juga merupakan golongan rekening riil yang harus ditutup pada akhir periode !.

Contoh :

Pada tanggal 1 Desember 2009, dibayar biaya-biaya sehubungan proses produksi yaitu :

  1. Biaya asuransi pabrik                Rp.      700.000,-
  2. Biaya listrik, air dan telepon pabrik  Rp.      300.000,-
  3. Pemakaian bahan baku               Rp.      900.000,-
  4. Gaji Mandor                          Rp.      700.000,-
  5. Biaya service mesin                  Rp.      250.000,-
  6. Biaya Penyusutan mesin             Rp.      500.000,-

Biaya-biaya diatas dibaya per kas oleh perusahaan.

Maka Jurnal pada saat pembayaran adalah :

Sedangkan pada akhir periode, yaitu tanggal 31 Desember 2009 rekening-rekening diatas harus ditutup kedalam rekening ikhtisar produksi, maka pencatatannya adalah :

Sehingga pada saat diposting ke buku besar T akan tampak seperti berikut :

Dari buku besar tersebut pada tanggal 31 Desember semua perkiraan biaya tak langsung ditutup dengan cara memindahkan ke sebelah kredit yang semula ada di sebelah debet, sehingga saldo masing masing biaya menjadi Rp 0 (nol), dan pada akhir periode rekening kas berkurang sejumlah Rp. 3.350.000 serta timbulnya rekening ikhtisar Produksi sebesar Rp. 3.350.000

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *